Do It What Can You Do Now Blog

Collection of papers coursework
January 15, 2010

Langkah-Langkah Menyusun Silabus

Author: sasino - Categories: Education - Tags: , , , , , ,

Langkah Penyusunan Silabus
Untuk keperluan pembuatan silabus, sebenarnya harus melalui tahapan sebelumnya. Dari kurikulum yang ada, Anda terlebih dahulu memetakan kompetensi, kemudian membuat pekan efektif, program tahunan (prota), Han program semesfer (promes), baru Anda membuat silabus.
Langkah Pengembangan Silabus

1. Mengisi kolom identifikasi
Pengembang silabus mengisi informasi yang terkait dengan identitas silabus.

2. Mengkaji standar kompetensi
Kegiatan mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dilakukan dengan memperhatikan:
a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi;
b. keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; serta
c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

3. Mengkaji kompetensi dasar
Kajian terhadap kompetensi dasar mata pelajaran dilakukan dengan memperhatikan hal-hal yang tersaji pada nomor 2 Mengkaji kompetensi dasar.
Read it all..

December 16, 2009

KEKERASAN PADA ANAK

Author: sasino - Categories: Social politic - Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kekerasan secara umum dapat dikategorikan berupa pelecehan, penganiayaan dan ancaman atau intimidasi sampai pada isolasi. Kekerasan memang tidak begitu saja muncul secara fisik dan psikis dan sangat beragam.
Pada sisi lain anak-anak sangat rawan terhadap tindak kekerasan, mereka juga rentan tumbuh menjadi bibit-bibit perilaku kekerasan dan sikap tolaran. Yang menyebabkan pria melakukan kekerasan pada anak-anak kecil, karena mereka stres dengan pekerjaan, kehidupan ekonomi, yang sulit atau keadaan sekitar yang sangat mengimpit perasaan.
Kekerasan ini dilakukan pada anak dibawah umur, kekerasan memang persoalan yang kompleks. Banyak hal yang terkait tetapi tidak sepenuhnya dipahami, kita hanya tau itu sesuatu yang tidak baik. Tentu untuk menghindarinya bukan hal yang mustahil dilakukan, kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, disertai perlakuan yang benar terhadap anak-anak.
Kekerasan dituntut setiap orang dalam menghadapi tingkah laku anak-anaknya, kesabaran dan ketekunan mendasar di dalam diri seseorang pastilah ia akan menghadapi anaknya dengan penuh kasih sayang.
Read it all..

December 11, 2009

REMAJA DAN PERKEMBANGANNYA

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Education - Tags: , , , , , , , , ,

A. Pengertian Remaja

Remaja, yang dalam bahasa aslinya disebut “adolescence”, berasal dan bahasa Latin “adolescere’yahg-artinya “tumbuh” atau “tumbuh untuk mencapai kematangan.” Bangsa primitif dan orang-orang purbakala memandang masa puber dan masa remaja tidak berbeda dengan periode lain dalam nentang kehidupan. Anak dianggap sudah dewasa bila sudah mampu mengadakan reproduksi.
Perkembangan lebih lanjut, Ist’Iah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1991). Pandangan ini didukung oleh Piaget
adalah suatu usia di mana individu menjadi terinntegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia di mana anak-anak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini mengandung banyak aspek afektif, lebih atau kurang dari usia pubertas. Read it all..

December 9, 2009

Pola Asuh Dalam Keluarga

Author: sasino - Categories: Education - Tags: , , , , , , , , ,

1. Toleransi yang berlebihan disebu juga dengan pola asuh permisik, yang mana anak dibiarkan semuanya tanpa ada aturan. Arti kata toleransi disini adalah sikap terbuka dan menghormati perbedaan. Toleransi yang berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotif yang tidak adil sehingga tercapai kesamaan sikap. Toleransi merujuk pada sikap keterbukaan dan respek terhadap perbadaan yang ada setiap manusia. Perbedaan ini tidak hanya mencakup etis atau agama, tetapi juga jenis kelamin, pendidikan. Toleransi berarti menghargai dan mempelajari orang lain, memberi nilai-nilai terhadap perbedaan, memperkecil jarak dan akhirnya memperkuat ikatan. Toleransi adalah menerima orang lain sebagai mana adanya, memperlakukan orang lain seperti kita ingin kita perlakukan. Read it all..

December 8, 2009

PMK ( Pengembangan Manajemen Kinerja )

Author: sasino - Categories: About Health - Tags: , , , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Salah satu upaya yang dilakukan dalam mempercepat penurunan AKI adalah mendekatkan pelayanan kebidanan kepada setiap ibu yag membutuhkan nya. Untuk itu telah ditempatkan bidan desa . Dengan demikian, dapat asumsikan bahwa hampir di semua desa di wilayah Indonesia mempunyai akses untuk pelayanan kebidanan.
Direktorat keperawaatan Depkes bekerja sama dengan WHO mengadakan pendidikan dan pelatihan dalam upaya meningkatkan kemampuan manejerial dan kinerja perawat dan bidan dalam memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan disarana / institusi pelayanan kesehatan untuk mencapai kesehatan yang bermutu.
Read it all..

December 6, 2009

INTELEKTUAL QUOTIENT

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Education, Health Research - Tags: , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Perkembangan berarti serangkaian perubahan yang bersifat sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Istilah Intelecct berarti antara lain : kekuatan mental dimana manusia dapat berpikir, suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir.
Kemampuan berfikir abstrak menunjukkan perhatian seseorang terhadap kejadian dan peristiwa yang tidak kongkrit. Misalnya : pilihan pekerjaan, corak hidup bermasyarakat, dan pilihan pasangan hidup.
IQ dianggap bias ditingkatkan, yang walaupun perkembangan IQ dipengaruhi Faktor – factor lingkungan.
Read it all..

KINESIOLOGI OLAHRAGA

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Education, Sport - Tags: , , , , , , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kinesiology adalah ilmu yang mempelajari gerak atau the science human movement yang diaplikasikan dan menjelaskan tentang gerak tubuh manusia kemudian ilmu ini dapat diaplikasikan terhadap prinsip-prinsip mekanik dalam gerak manusia yang disebut biomekanika atau biomekanik kinesiology sedangkan aplikasi anatomi dalam gerak manusia disebut anatomi kinesiology.
Pendidikan jasmani yang berorientasi pada developmental education mengarahkan kegiatan anak melalui pemenuhan kebutuhan keterampilan pada diri anak. Disamakan dengan tahap perkembangan fisik dan mentalnya, setiap kelompok anak diarahkan pada keterampilan gerak yang dibutuhkan anak. Misalnya, bagi anak usia dibawah lima tahun, perlu dikembangkan kemampuan pengaturan tubuhnya dan bagi anak usia diatasnya perlu dikembangkan keterampilan dasarnya. Sementara bagi anak yang lebih dewasa diarahkan pada keterampilan-keterampilan khususnya, seperti yang dikembangkan dalam cabang-cabang olah raga tertentu.
Keterampilan yang terspesialisasi adalah keterampilan yang digunakan dalam cabang olahraga dan wilayah pendidikan jasmani lainnya. Keterampilan ini meliputi kegiatan dengan peralatan (misalnya senam alat), gerakan-gerakan akrobatik, tari-tarian, serta permainan khusus atau tempat seperti sepak bola, bola voli, bola basket dan lain-lain.
Untuk kemudahan pembahasannya, dalam modul ini keterampilan dasar dibagi dalam tiga bagian.
a. Keterampilan lokomotor
b. Keterampilan non-lokomotor
c. Keterampilan manipulatif
Read it all..

?>