Do It What Can You Do Now Blog

Collection of papers coursework
January 21, 2010

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Author: sasino - Categories: Citizenship - Tags: , , , , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan social sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Read it all..

January 4, 2010

SALING BERGANTUNG DAN SISTEM BERPIKIR UNTUK MEMENUHI DUNIA DISEKITAR KITA

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Citizenship - Tags: , , , , , , , ,

Saling bergantung hampir dimiliki oleh semua orang yang ada dimuka bumi ini. Kita tidak bisa membuat seluruh kebutuhan kita sendiri, artinya kita akan bergantung pada system lain yang mampu menyediakan seluruh kebutuhan kita.
Read it all..

December 25, 2009

Undang-Undang Perlindungan Lingkungan

Author: sasino - Categories: Social politic - Tags: , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

Jika kita lihat ke belakang, undang-undang yang mengatur Hukum Perlindungan Lingkungan diantaranya adalah Bab IV Pasal 11 sampai dengan pasal 17 UU No. 4 Tahun 19821. Pasal 11 mengatakan, ketentuan tentang perlindungan sumber daya alam nonhayati ditetapkan dengan undang-undang. Ketentuan tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya ditetapkan dengan undang-undang (pasal 12). Ketentuan tentang perlindungan sumber daya buatan ditetapkan dengan undang-undang (pasal 13). Ketentuan tentang perlindungan cagar budaya ditetapkan dengan undang-undang (pasal 14). Pasal 15 menentukan, perlindungan lingkungan hidup dilakukan berdasarkan baku mutu lingkungan yang diatur dengan peraturan perundang-undangan. Setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah (pasal 16). Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang di dilakukan secara menyeluruh dan/atau secara sektoral ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan (pasal 17).
Dari ketentuan-ketentuan tersebut diatas, maka jelas perhatian pemerintah untuk mengatur mengenai hukum perlindungan demikian besarnya, sehingga ketentuan yang lebih rinci berkaitan dengan perlindungan lingkungan harus diatur dengan undang-undang, diantaranya adalah perlindungan atas tanah, air, dan lain sebagainya.
Read it all..

PARADIGMA KEPERAWATAN RELIGIUS

Author: sasino - Categories: About Health, Articles Interlude - Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

BAB I

PENDAHULUAN

Paradigma Keperawatan Islam adalah cara pandang persepsi, keyakinan, nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam.

Paradigma Keperawatan Islam di bangun melalui empat komponen besar, yaitu : manusia dan kemanusiaan, lingkungan, sehat dan kesehatan serta keperawatan.
Read it all..

December 23, 2009

RUMAHKU ISTANAKU

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Social politic - Tags: , , , , , ,

PEMBANGUNAN PERUMAHAN

“KEBUTUHAN POKOK MANUSIA”
Manusia hidup memerlukan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal, dimana rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia setelah sandang, pangan dan papan. Karena fungsinya yang berbagai macam, dirumah merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Rumah yang sehat dan nyaman akan memberikan dampak yang luas terhadap kesehatan para penghuninya baik jasmani maupun rohani dan mendatangkan ketenangan sehingga membuat setiap individu yang tinggal dirumah tersebut menjadi produktif dalam kegiatan ekonominya masing-masing. Pembangunan memerlukan manusia-manusia yang produktif yang sanggup menghasilkan barang dan jasa. Oleh karena itu rumah dan perumahan harus disediakan secara memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitasnya maupun sebagai sarana untuk memuaskan kebutuhan pokoknya. Read it all..

December 22, 2009

PERKEMBANGAN KREATIVITAS

Author: sasino - Categories: Health Research, Social politic - Tags: , , , , , , , , , , , , ,

A. Kreativitas dan Teori Belahan Otak
Para pakar kreativitas, misalnya Calark (1988) dan Gown (1989) melalui “Teori Belahan Otak” (Hemisphere Theory) mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia itu menurut fungsinya terbagi menjadi dua belahan, yakni belahan otak kiri (left hemisphere) dan otak kanan (right hemisphere). Fungsi otak belahan kiri adalah berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat ilmiah, kritis, logis, linier, teratur, sistematis, terorganisir, beraturan dan sejenisnya. Adapun fungsi otak kanan, adalah berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat non linear, non verbal, holistik, humanistic, kreatif, mencipta, mendesain, bahkan mistik dan sejenisnya.
Read it all..

SISTEM PELAPISAN SOSIAL

Author: sasino - Categories: Social politic - Tags: , , , , , , , , ,

BAB I
SISTEM PELAPISAN SOSIAL

1. Pendahuluan
Masyarakat itu berlapis-lapis derajat atau status sosial anggota-anggotanya tinggi rendah. Hal ini dapat dilihat dari berbagai segi kehidupannya baik dari segi social, politik, ekonomi, kebudayaan, keagamaan dan lain-lain. Dari segi ekonomi misalnya warga masyarakat itu ada yang kaya ada yang miskin, dari segi politik ada pemimpin ada rakyat biasa. Read it all..

December 20, 2009

Singkawang China Town

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Languange, Social politic - Tags: , , , , , , , , , , ,

A GENERAL VIEW OF SINGKAWANG

A. Location and Society
Singkawang is one of the cities in west Borneo. Singkawang city divided into 5 parts, first East Singkawang, second West Singkawang, third Middle Singkawang, forth North Singkawang and last South Singkawang. The distance of Singkawang city is around 135 miles from Pontianak city and wide of Singkawang city are 50.400 (Ha) with limits as following :
- North limited with Selakau village.
- East limited with Samalantan village.
- South limited with Sungai Raya village.
- West limited with Natuna Sea
For more detail, the writer will write down clearly about all of those districts.
First, East Singkawang. Consists of five villages, first Pajintan, second Nyarungkup, third Maya Sopa, fourth Bagak Sahwa and last Sanggau Kulor. Wide of Pajintan village are around 1.791 (Ha), Nyarungkup village are around 2.473 (Ha), Maya Sopa village are around 7.064(Ha), Bagak Sahwa village are around 2.261 (Ha) and last Sanggau Kulor village are around 3.038 (Ha). If amounted wide of East Singkawang area 16.62 (Ha). Second, West Singkawang. Consists of five villages, they are Pasiran village with broadness around 720 (Ha), Melayu village around 141 (Ha), Tengah village around 18 (Ha), Kuala village around 625 (Ha) and/last Sungai wie village around 307 (Ha). So wide of West Singkawang around 1.806 (Ha).
Third, Middle Singkawang. Consists of five villages, they are Roban village with broadness around 2.000 (Ha), Condong village around 200 (Ha), Sekip Lama village around 75 (Ha), Jawa village around 218 (Ha) and last Bukit Batu villagae around 362 (Ha). So wide of west Singkawang are around 1.806 (Ha).
Fourth, North Singkawang. Consist of seven villages, they are Sedau village with broadness around 424 (Ha), Naram village around 954 (Ha), Sungai Bulan village around 636 (Ha), Sungai Rasau village around 636 (Ha), Setapuk Kecil village around 848. (Ha), Setapuk Besar village around 1.445 (Ha) and last Semelagi Kecil around 6.665 (Ha). So wide of North Singkawang around 22.447 (Ha).
Five, South Singkawang. Consists of four villages, they are Sedau village with broadness around 10.155 (Ha), Sagatani village around 7,064 (Ha), Sejangkung village around 3.391 (Ha) and last Pamilang village are around 1.837 (Ha). So wide of South Singkawang around 22.447 (Ha).
Among those districts, we can conclude that South Singkawang is the biggest area and West Singkawang is the smallest area in Singkawang city.
Based on the statistic data on 2002, society in Singkawang city are 175.412 souls, consist of 87.355 man and 88.057 woman. The biggest society is West Singkawang district, around 58.496 inhabitants, even North Singkawang district is the smallest society, and it is around 17. 233 inhabitants.
Read it all..

December 16, 2009

PEMILU, PILU MELULU

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Social politic - Tags: , , , , , , , ,

Pada suatu hari dan dipagi yang amat cerah di Desa Suka Telojo, datanglah seorang caleg dan asistennya yang bernama Joni mereka mengamati sebuah Desa yang amat terpuruk, itulah seorang caleg itu menyuruh asistennya mencatat apa yang disuruh, lalupun mereka pergi.
Tak lama kemudian di Desa Suka Telojo, terdapat sebuah warung yang pemiliknya bernama “Wak Neu” yang sedang berberes-beres diwarungnya, setelah berberes-beres dating 2 anak laki (tanggung itu kewarung “wak neu” sambil bersanda gurau/bercakapan eh… tak lama kemudian dating lagi 2 anak laki (setengah baya itu menghampiri temannya tadi dan mengajak untuk berkampanye lalu wak neu menasehati ke-4 anak tersebut, kemudian 4 anak laki-laki itu lari meninggalkan wak neu dan wak neu pun ngomel-ngomel sendiri apa anak jaman sekarang dinasehati malah lari itulah nda sekolah dan nda tahu sopan santun dengan orang yang lebih tua. “ah ….e…dari pada aku pusing mikirkannya lebih bagus aku beres-beres lagi, lagipun mereka semua ada orang tuanya yang mengurus dan mendidiknya. Read it all..

December 8, 2009

SOSIAL BUDAYA DALAM PRAKTEK KEBIDANAN

Author: sasino - Categories: About Health, Articles Interlude - Tags: , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seperti telah kila ketahui bersama bahwa Negara kita bangsa Indonesia memiliki lima agama yang diakui yaitu Islam, Kristen Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Selain itu bangsa Indonesia juga memiliki begitu banyak kesenian tradisional serta perkumpulan-perkumpulan dari berbagai suku /kesamaan yang biasanya disebut paguyuban.
Dalam memberikan praktek pelayanan kebidanan perlu kita lakukan pendekatan diantaranya pendekatan melalui agama, kesenian tradisi, paguyuban serta dengan cara-cara lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat menerima bahwa pelayanan atau informasi yang diberikan petugas bukanlah sesuatu yang tabu.
Dalam memberikan pelayanan kebidanan seorang bidan tebih bersifat Promotif dan Preventif bukan bersifat Kuratif, serta mampu menggerakkan Peran Serta Masyarakat dalam upaya sesuai dengan prinsip-prinsip PHC.
Seorang bidan juga harus memiliki kompetensi yang cukup berkaitan dengan tugas, peran serta tanggungjawabnya dalam menggerakkan PSM khususnya berkaitan dengan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bufas, bayi baru lahir, anak remaja dan usia lanjut.
Read it all..

?>