Do It What Can You Do Now Blog

Collection of papers coursework
January 4, 2010

SALING BERGANTUNG DAN SISTEM BERPIKIR UNTUK MEMENUHI DUNIA DISEKITAR KITA

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Citizenship - Tags: , , , , , , , ,

Saling bergantung hampir dimiliki oleh semua orang yang ada dimuka bumi ini. Kita tidak bisa membuat seluruh kebutuhan kita sendiri, artinya kita akan bergantung pada system lain yang mampu menyediakan seluruh kebutuhan kita.
Read it all..

December 25, 2009

PARADIGMA KEPERAWATAN RELIGIUS

Author: sasino - Categories: About Health, Articles Interlude - Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

BAB I

PENDAHULUAN

Paradigma Keperawatan Islam adalah cara pandang persepsi, keyakinan, nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam.

Paradigma Keperawatan Islam di bangun melalui empat komponen besar, yaitu : manusia dan kemanusiaan, lingkungan, sehat dan kesehatan serta keperawatan.
Read it all..

December 16, 2009

KEKERASAN PADA ANAK

Author: sasino - Categories: Social politic - Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kekerasan secara umum dapat dikategorikan berupa pelecehan, penganiayaan dan ancaman atau intimidasi sampai pada isolasi. Kekerasan memang tidak begitu saja muncul secara fisik dan psikis dan sangat beragam.
Pada sisi lain anak-anak sangat rawan terhadap tindak kekerasan, mereka juga rentan tumbuh menjadi bibit-bibit perilaku kekerasan dan sikap tolaran. Yang menyebabkan pria melakukan kekerasan pada anak-anak kecil, karena mereka stres dengan pekerjaan, kehidupan ekonomi, yang sulit atau keadaan sekitar yang sangat mengimpit perasaan.
Kekerasan ini dilakukan pada anak dibawah umur, kekerasan memang persoalan yang kompleks. Banyak hal yang terkait tetapi tidak sepenuhnya dipahami, kita hanya tau itu sesuatu yang tidak baik. Tentu untuk menghindarinya bukan hal yang mustahil dilakukan, kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, disertai perlakuan yang benar terhadap anak-anak.
Kekerasan dituntut setiap orang dalam menghadapi tingkah laku anak-anaknya, kesabaran dan ketekunan mendasar di dalam diri seseorang pastilah ia akan menghadapi anaknya dengan penuh kasih sayang.
Read it all..

December 11, 2009

REMAJA DAN PERKEMBANGANNYA

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Education - Tags: , , , , , , , , ,

A. Pengertian Remaja

Remaja, yang dalam bahasa aslinya disebut “adolescence”, berasal dan bahasa Latin “adolescere’yahg-artinya “tumbuh” atau “tumbuh untuk mencapai kematangan.” Bangsa primitif dan orang-orang purbakala memandang masa puber dan masa remaja tidak berbeda dengan periode lain dalam nentang kehidupan. Anak dianggap sudah dewasa bila sudah mampu mengadakan reproduksi.
Perkembangan lebih lanjut, Ist’Iah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1991). Pandangan ini didukung oleh Piaget
adalah suatu usia di mana individu menjadi terinntegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia di mana anak-anak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini mengandung banyak aspek afektif, lebih atau kurang dari usia pubertas. Read it all..

December 9, 2009

Pola Asuh Dalam Keluarga

Author: sasino - Categories: Education - Tags: , , , , , , , , ,

1. Toleransi yang berlebihan disebu juga dengan pola asuh permisik, yang mana anak dibiarkan semuanya tanpa ada aturan. Arti kata toleransi disini adalah sikap terbuka dan menghormati perbedaan. Toleransi yang berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotif yang tidak adil sehingga tercapai kesamaan sikap. Toleransi merujuk pada sikap keterbukaan dan respek terhadap perbadaan yang ada setiap manusia. Perbedaan ini tidak hanya mencakup etis atau agama, tetapi juga jenis kelamin, pendidikan. Toleransi berarti menghargai dan mempelajari orang lain, memberi nilai-nilai terhadap perbedaan, memperkecil jarak dan akhirnya memperkuat ikatan. Toleransi adalah menerima orang lain sebagai mana adanya, memperlakukan orang lain seperti kita ingin kita perlakukan. Read it all..

ETIKA, MORAL, DAN AKHLAK

Author: sasino - Categories: Articles Interlude, Religion - Tags: , , , , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Timbulnya kesadaran akhlak dan pendirian manusia terhadap-Nya adalah pangkatan yang menentukan corak hidup manusia. Akhlak, atau moral atau susila adalah pola tindakan yang didasarkan atas nilai mutlak kebaikan. Hidup susila dan tiap-tiap perbuatan susila adalah jawaban yang tepat terhadap kesadaran akhlak, sebaliknya hidup yang tidak bersusila dan tiap-tiap pelanggaran kesusilaan adalah menentang kesadaran itu.
Kesadaran akhlak adalah kesadaran manusia tentang dirinya sendiri, dimana manusia melihat atau merasakan diri sendiri sebagai berhadapan dengan baik dan buruk. Disitulah membedakan halal dan haram, hak dan bathil, boleh dan tidak boleh dilakukan, meskipun dia bisa melakukan. Itulah hal yang khusus manusiawi. Dalam dunia hewan tidak ada hal yang baik dan buruk atau patut tidak patut, karena hanya manusialah yang mengerti dirinya sendiri, hanya manusialah yang sebagai subjek menginsafi bahwa dia berhadapan pada perbuatannya itu, sebelum, selama dan sesudah pekerjaan itu dilakukan. Sehingga sebagai subjek yang mengalami perbuatannya dia bisa dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan itu.
Read it all..

December 7, 2009

KODE ETIK KEBIDANAN

Author: sasino - Categories: About Health, Articles Interlude - Tags: , , , , , , , , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Etik adalah hal penting dalam kebidanan karena bidan merupakan suatu profesi yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat berhubungan dengan klien serta harus mempunyai tanggung jawab moral terhadap keputusan yang diambil.
Dalam menjalani profesi sebagai bidan, seseorang harus mempunyai etiket dan etika dalam kepribadiannya. Karena apabila bidan tersebut mempunyai etika yang baik maka para pasien akan dengan senang hati memeriksakan dirinya kepada bidan tersebut.

B. Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk:
1. Memenuhi tugas terstruktur Etika Profesi
2. Mengetahui masalah-masalah etik moral yang mungkin terjadi dalam praktek bidan
3. Memahami maksud dari informed choise dan informed consent
4. Mengetahui langkah-langkah penyelesaian masalah etik yang terjadi diruang lingkup kebidanan.
Read it all..

?>